Tampilkan postingan dengan label Ikan Gurami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Gurami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

CARA MENINGKATKAN PRODUKSI IKAN GURAMI DENGAN TEKNOLOGI OKSIGEN


DAPATKAN BUKU-BUKU PETERNAKAN :
"Membudidayakan Gurami Di Kolam Terpal"
KLIK GAMBAR UNTUK PEMESANAN atau SMS : 0852.57090.372


Dengan sedikit kreatifitas kolam seluas 500 m2 itu biasanya ditebar 500 kg gurami seukuran bungkus rokok. Namun, Sujadi, peternak, melepaskan 900 kilogram gurami ukuran sama. Meski populasi meningkat 80%, Sujadi memanen sebulan lebih cepat. Ia mengangkat 2,7 ton, jauh lebih tinggi ketimbang biasanya yang cuma 1,5 ton.

Malam merayap di Desa Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, ketika Sujadi duduk di tepi kolam gurami. Ia tak sekadar menikmati embusan angin malam, tetapi mengamati gerakan puluhan Osphronemus gouramy seukuran telapak tangan di atas permukaan air. Kilat yang muncul tiba-tiba, menyebabkan anggota famili Anabantidae itu terkejut. Spontan kerumunan gurami itu bersembunyi di bawah permukaan air.

Oleh sebagian peternak, peristiwa itu mungkin dianggap biasa. Namun, tidak bagi Sujadi. Pria kelahiran 15 September 1954 menganalisis peristiwa itu. 'Mengapa gurami kaget ketika ada kilat? Karena gurami ada di permukaan air. Mengapa gurami ada di permukaan air? Oksigen terlarut mungkin rendah,' paparnya berargumentasi.

Benarkah dugaan mantan guru Agama di SD Karangkemiri V, Cilacap, itu? Ketika diukur pada pukul 22.00 - 05.30, kadar oksigen di kolam Sujadi memang amat rendah, kurang dari 1,6 ppm. Pantas pada jam-jam itu gurami banyak yang nongol di permukaan air untuk menghirup oksigen. Kadar oksigen terlarut ideal bagi gurami 3,5 - 5 ppm. Tipisnya kadar oksigen pada malam hingga pagi menyebabkan gurami rentan stres akibat munculnya kilat. Untuk mengatasinya, pasokan oksigen mesti ditingkatkan.
Teknologi oksigenisasi meningkatkan populasi gurame
Tiga tahun lalu Sujadi menerapkan solusi itu: membeli sebuah mesin pengisap udara. Sebuah mesin dimanfaatkan untuk memasok oksigen 3 kolam: 2 kolam seluas 500 m2 dan sebuah kolam 465 m2. Dari 45 kolam miliknya, hanya 3 kolam yang dijadikan eksperimen. Menurut Sujadi mesin itu sebetulnya mampu memasok 5 kolam. Dengan mengadopsi teknologi oksigenisasi, populasi kolam meningkat 80%.

Contoh, kolam 500 m2 ditebar 900 kg benih ukuran bungkus rokok. Atau sekilo terdiri atas 3 - 5 ekor. Lazimnya hanya 500 kg benih yang dilepas ke kolam seluas itu (lihat tabel). Kepadatan tebar mencapai 50 - 60 ekor per m2; sebelumnya, 25 - 30 ekor per m2. Benih yang ditebar berupa tampelan alias seukuran bungkus rokok, 1 kg terdiri atas 3 - 5 ekor. Peningkatan populasi itu diimbangi dengan adanya tambahan pasokan oksigen.

Mesin pemasok oksigen dihubungkan ke pipa PVC berdiameter 4 inci yang membujur di tepi kolam. Kemudian pipa disambungkan ke pipa lain yang lebih kecil, 0,5 inci. Di setiap kolam sepanjang 30 m ditanam 2 lajur pipa 0,5 inci (lihat infografis). Ukurannya sepanjang kolam. Agar tidak melengkung, setiap interval 1,5 meter pipa disangga sambungan T. Dari dasar kolam yang tak disemen, tinggi pipa 30 cm. Kedalaman kolam 1,7 meter.

Setiap interval 1 m, permukaan atas pipa dilubangi dengan diamater amat kecil. Tujuannya untuk menciptakan gelembung udara ketika mesin diaktifk an pada pukul 22.00 - 05.30 setiap hari selama pembesaran. Dari lubang di pipa 0,5 inci keluar gelembung-gelembung udara. Hasil pengukuran menunjukkan, kadar oksigen terlarut meningkat signifi kan, menjadi rata-rata 3,9 ppm.

Itu lebih dari sekadar cukup bagi kalua - sebutan gurami di Kalimantan - yang membutuhkan oksigen terlarut minimal 3 ppm. Penambahan udara itulah yang memungkinkan peningkatan populasi. Malahan waktu pembesaran 1 - 1,5 bulan lebih cepat daripada tanpa teknologi oksigenisasi.

TAGS : pembesaran ikan gurame (1296), budidaya ikan gurame (429), kolam ikan gurame (145), pembesaran ikan gurami (75), pembesaran gurame (54), kolam ikan gurami (46), pembesaran gurami (32), pembesaran ikan gurameh (26), kolam gurame (18), kolam air tenang (17), pembesrann ikan gurami (14), budi daya ikan gurami (14), Kolam pembesaran guramai (10), budidaya ikan gurameh (9), kolam pembesaran gurami (9), proposal bantuan dana peternakan ikan gurami (8), cara pembesaran gurame (7), pakan alternatif gurame (7), kolam ikan gurameh (7), Cara mempercepat pertumbuhan ikan gurami (7), teknik pembesaran gurami (6), kolam pembesaran gurame (6), tinjauan teknis ikan bandeng (6), tehnik pembesaran ikan gurami (5), pakan alami ikan gurami (5), cara membuat pakan ikan gurami (5), membuat pakan gurame (5), cara mempercepat pertumbuhan ikan gurame (5), budidaya pembesaran ikan gurami (5), pertumbuhan gurame (4), pertumbuhan ikan gurame (4), cara budidaya gurame (4), budidaya ikan guramih (4), Kandungan protein daun talas (4), cara pembesaran gurami (4), Budidaya ikan guramai (4), budidaya gurame di kolam (4), pakan pembesaran ikan gurami (4), budidaya iikan gurami (4), budidaya ikan di kolam air tenang (4), tips mempercepat pertumbuhan ikan gurame (4), pengelolaan kualitas air pada kolam yang tenang (4), pakan alami gurami (4), macam2 jenis kolam untuk pembesaran gurami (3), kolam pembesaran ikan gurame (3), kolam pembesaran ikan (3), proposal usaha perikanan gurame (3), makanan alternatif gurame (3), ketinggian air untuk kolam ikan gurameh (3), pembesaran ikan guram (3), proposal protein pada ikan (3), proposal pengajuan dana pembibitan tanaman kopi (3), ikangurame (3), mempercepat pertumbuhan gurame (3), www budidaya ikan gurame (3), www pembesarangurame com (3), em4 untuk gurami (2), embesaran ikan gurame (2), budidaya ikan gurami (2), Fungsi EM 4 UNTUK UNGGAS PETELUR (2), Produksi Pakan Ikan Gurami dengan Bahan Dasar Daun Talas (2), kontruksi kolam ikan rumahan (2), Gurame pembesaran (2), pembesaran ikan guramec (2), pakan pembesaran gurame (2), desain kolam gurami (2), pakan gurame dikolam (2), mempercepat pertumbuhan gurami (2), proposal pembesaran ikan mas (2), makan alami gurame (2), proposal pembesaran ikan bawal (2), makalah kolam air tenang (2), em 4 untuk ikan gurame (2), pemb esaran ikan gurame (2), kandungan daun talas (2), kolam budidaya gurami (2), pembesaran gurame 2011 (2), kepadatan populasi gurameh (2), kapasitas kolam pembesaran gurami (2), kapasitas kolam untuk ikan gurame (2), pakan alternatif ikan gurami (2), pembesaran gurami di kolam (2), kebutuhan nutrisi ikan gurame (2), pembuatan kolam ikan gurami (2), pembuatan kolam untuk pembesaran ikan gurami (2), ikan gurami pembesaran (2), penyebab pertumbuhan gurami yang lambat (2), ikan mujair di kolam (2), ikan yang memiliki toleransi rendah (2), budi daya gurami air tenang (2), ukuran kolam pembesaran gurame (2), pengelolaan air kolam ikan (2), kolam ikan air tenang (2), budidaya ikan gureme (2), MEMACU PERTUMBUHAN GURAMI (2), air kolam ikan gurame (2), teknik budidaya ikan gurame (2), teknik perbesaran gurami (2), cara membuat pakan ikan alternatif (2), mempercepat pembesaran ikan patin (2), Cara pembesaran guramih (2), mempercepat pembesaran gurame (2), teknik budidaya ikan mujair (2), cara pembibitan ikan guramedi kolam (2), teknik pebesaran gurame dikolam terpal (2), Pakan Alternatif Gurami (2), cara budidaya gurameh (2), contoh proposal usaha ternak ikan gurame (2), manajemen kolam ikan (2), protein tinggi gurami (2), pakan alternatif ikan gurame (2), cara budidaya pembesaran gurame (2), cara budidaya gurame di kolam (2), untuk mempercepat pertumuhan ikan gurame (1), metobologi pembesaran ikan gurami (1), mengapa pertumbuhan tubuh ikan gurame sangat lambat (1), mengatasi air kolam gurami (1), pembesaran grame (1), mengelola ikan kolam organik (1), ukuran kolam ikan gurami (1), umpan alami ikan bawal dan gurame (1), Ukuran kolam pembesaran gurami (1), mempercepat pertumbuhan ikan dengan daun (1), pembesaran gurami pakan (1), pembesaran gurami intensif (1), pembesaran gurami cara organik (1), tutorial cara membuat kolam untuk pembesaran ikan gurami dan patin (1), pakan gurame tumbuhan (1), pembesaran gurameh (1), pembesaran gurame cara organik (1), tutorial program database pada excel dengan vba (1), www populasi ikan gurame dalam kolam (1), ukm ikan gurami (1), pembesaran grameh diair tenang (1), Ukuran kolam dan kepadatan ikan gurami (1), pembesaran guramih (1), usaha ikan dalam kolam (1), usaha pembesaran gurame (1), pakam gurame alami (1), www pembesaran gurami (1), PAKAN ALTERNATIF UNTUK GURAME (1), pakan alami gurami (daun talas) (1), www pembesaran gurame (1), pakan alami ikan pembesaran (1), pakan alami yang bisa mempercepat pertumbuhan ikan gurame (1), www budidaya ikan gurameh (1), pakan pelet gurameh pembesaran (1), pakan ikan em4 (1), pakan alternatif ikan dari tanaman (1), kapasitas produksi usaha ikan gurame (1), www budidaya ikan gurame com (1), Pakan alternatif pada pembesaran ikan gurame (1), pakan pembesaran gurami (1), pakan pembesaran ikan gurameh (1), model kolam ikan rumahan (1), Model kolam pembesaran ikan gurame (1), pembesara ikan gurame (1), obat untuk mempercepat pertumbuhan ikan gurame (1), Usaha Pembesaran Gurami (1), pembesaan ikan gurame (1), pemberokkan ikan gurame (1), pemberian pelet dan daun talas pada ikan gurame (1), pemberian pakan pembesaran gurami gurameh (1), pemberian em4 pada budidaya ikan gurame (1), pakanan alternatif untuk ikan gurami (1), pakan untuk mempercepat pertunbuhan gurame (1), pakan tradisional untuk mempercepat pertumbuhan gurami (1), wisata (1), pakan alterntif gurameh (1), toleransi ikan gurame (1), teknik pembesaran gurameh di kolam (1), sistem pernafasan ikan bawal (1), resep pakan berprotein tinggi untuk ikan gurame (1), referensi kolam air tenang (1), protein daun talas (1), proses pembesaran ikan gurame (1), tip pembesaran gurame (1), proposal usaha pembesaran gurami (1), proposal usaha budidaya gurame (1), proposal permohonan dana untuk usaha budidaya gurami (1), tip pemijahan gurami (1), PROPOSAL PENGAJUAN ALAT PELET IKAN (1), proposal pembesaran ikan gurami dikolam tenang (1), proposal pembesaran gurameh (1), proposal pembesaran gurame (1), proposal gurami air tawar (1), proposal budidaya ikan gurame menggunakan terpal (1), proposal budidaya gurame (1), syarat air untuk gurame (1), tanaman untuk mempercepat pertumbuhan ikan (1), tehnik memelihara gurami (1), Teknik pembesaran gurame di kolam (1), teknik pembesaran budi daya gurame (1), teknik mempercepat pertumbuhan gurami (1), teknis budidaya gurame (1), teknis pembesaran ikan gurami (1), teknik kolam pembesaran ikan gurame (1), teknik kolam ikan gurame (1), teknik kolam gurami (1), teknik budidaya pembesaran ikan gurami (1), tinjauan teknis (1), tinjauan tentang ikan mas (1), teknik air pada kolam (1), tekhnik usaha pembesaran ikan gurame (1), tehnik pemijahan gurame (1), tinjauan tentang talas (1), tehnik pembesaran gurami di air tawar (1), tehnik pembesaran gurami (1), populasi ikan mas d kolam (1), populasi gurami dalam kolam (1), pengelolaan air pada kolam tenang (1), Pemeliharaan gurame di kolam air tenang (1), pemeliharaan benih ikan gurame (1), pembsaran ikan gurame (1), tips pembesaran gurame (1), permohonan bantuan modal hibah budi daya ikan gurameh (1), PEMBESERAN GURAMI (1), pembesaran+ikan gurami (1), pembesaran ilan gurame (1), persiapan kolam untuk pembesaran gurami (1), pembesaran ikan patin gurame di kolam (1), pembesaran ikan gurami dikolam tenang (1), pembesaran ikan gurami di kolam (1), pembesaran ikan gurami bastar (1), tips pembesaran gurame terpal (1), tips pembesaran ikan gurame (1), pembesaran ikan gurame pada kolam (1), pengelolaan air untuk kolam pembesaran gurami (1), pengelolaan kolam ikan (1), pengelolaan kolam ikan gurami (1), pmbesaran ikan gurameh (1), pertumbuhan ikan gurami (1), pertumbuhan ikan gurameh (1), tips budidaya gurame (1), pertumbuhan ikan air tawar gurame (1), tips budidaya ikan gurame pada kolam (1), tips dan triks pembesaran ikan gurame (1), persiapan air kolam terpal untuk gurame (1), pernafasan tambahan pada ikan (1), percepat pertumbuhan ikan nila (1), Percepat pembesaran ikan bandeng (1), percepat gurame (1), peralatan tempur tni terbaru (1), pengolahan kualitas air dalam kolam air tenang (1), pengelolahan kualitas air dalam kolam air tenang (1), tips mempercepat pembesaran ikan gurami (1), Tips mempercepat pertumbuhan gurame (1), tips pertumbuhan gurami (1), mempercepat pertumbuhan gurami 2011 (1), cara mempercepat pembesaran gurami (1), contoh proposal budi daya ikan gurame untuk permohonan bantuan ke pemerintah (1), contoh proposal budidaya ikan gurami (1), contoh proposal ikan gurami (1), contoh proposal pemeliharaan ikan gurame (1), contoh proposal pengajuan dana hibah budidaya gurame (1), contoh proposal pengajuan dana hibah untuk budidaya ikan gurame (1), contoh proposal pengajuan dana hibah untuk pembesaran ikan gurame (1), contoh proposal usaha budidaya gurami (1), dasar dasar budidaya ikan gurameh (1), contoh proposal bantuan bibit ikan gurameh (1), contoh pengajuan proposal usaha budidaya udang galah (1), cara mempersiapkan kolam ikan pembesaran#sclient=psy-ab (1), cara mengolah amoniak dalam kolam (1), cara pembenihan lele (1), cara pembesaran budidaya ikan gurami (1), cara pembesaran ikan baung di kolam air tenang (1), cara pembesaran ikan gurami (1), cara pemeliharaan ikan gurame dalam kolam (1), cara pengembangbiakan ikan gurami (1), contoh dana hibah pendederan ikan gurameh (1), daun protein tinggi (1), daun talas manfaat ikan dan air (1), daun untuk ikan gurame (1), em4 fungsi kolam (1), em4 ikan gurami (1), epadatan ikan gurame (1), fungsi em4 pada ikan (1), gerameh organik (1), Gurame 2011 (1), gurame air tenang (1), gurame di kolam rumahan (1), gurame karbohidrat (1), em 4 untuk gurame (1), efek daun talas untuk pakan ikan gurami (1), desain kolam budidaya ikan (1), desain kolam gurame (1), desain kolam iakn gurame (1), desain kolam ikan gurame (1), desain kolam ikan gurami dan patin (1), desain kolam ternak ikan (1), design untuk kolam ikan rumahan (1), disain kolam peternakan ikan (1), dunia perikanan tentang pembesaran ikan gurami di kolam air tenang (1), gurame kolam tenang 5tg (1), akibat pelet protein tinggi gurame (1), bisnis ikan gurami 2011 (1), buat pakan ikan gurame (1), budi daya gurami di air tenang (1), budi daya ikan gurame (1), budi daya ikan gurameeee (1), budidaya gurame dalam kolam (1), budidaya gurame organik (1), budidaya gurameh 2011 (1), budidaya gurami 2011 (1), besar kolam ikan gurame perekor (1), bertani bawang merah (1), alat pernapasan tambahan pada ikan (1), analisa gerameh (1), apa EM4 bisa mengurai zat amoniak pada kolam ikan (1), artikel khasiat ikan gurami (1), artikel pembesaran ikan gurame (1), aspek manajemen usaha pembesaran gurami (1), aturan kepadatan kolam gurame (1), bentuk kotoran ikan gurami (1), Berapa dalam kolam untuk ikan gurami (1), budidaya gurami dlm bak (1), budidaya iakn gurami (1), budidaya ika gurame (1), budidaya pembesaran guramih (1), budidya ikan gurame (1), car percepat pembesarkan ikan gurami (1), cara beternak dan macam-macam kolamgurami (1), cara budi daya ikan gurameh (1), cara membuat desai kolam ternak ikan (1), cara membuat kolom ikan untuk air tenang (1), cara membuat pakan alternatif gurami (1), cara mempercepat gurami (1), budidaya pembesaran gurame (1), budidaya kolam air tenang (1), budidaya ikan gabus (1), budidaya ikan gerame (1), budidaya ikan girame (1), budidaya ikan grame (1), budidaya ikan grameh (1), budidaya ikan gurame di air tenag (1), budidaya ikan gurame pada kolam air tenang (1), budidaya ikan guramr (1), budidaya ikan nila di kolam air tenang (1), cara mempercepat pembesaran gurame (1), ketinggian air untuk budidaya gurami (1), komposisi pakan gurame (1), kondisi air untuk ikan gurame (1), kualitas air kolam ikan gurame (1), kualitas air pembesaran gurami (1), kukm proposal kolam ikan (1), macam-macam alat pernafasan tambahan pada ikan (1), makalah dasar budidaya gurame (1), makalah pembesaran ikan gurami di kolam (1), makalah pengolahan kualitas air pada kolam budidaya (1), kolom air tenang (1), kolamuntukikangurami (1), ketinggian air untuk pembesaran ikan gurame (1), keuntungan kolam ikan gurami (1), kiat pembesaran ikan gurame (1), kolam pembesaran adalah (1), kolam pembesaran ikan air (1), kolam pembesaran ikan gurameh (1), KOLAM TENANG (1), kolam ter[al gurame (1), kolamikan gurame (1), makanan alami ikan gurami (1), makanan alami mempercepat pertumbuhan ikan gurami (1), MAKANAN ALTERNATIF IKAN GURAME (1), memacu pertumbuhan ikan mas dengan pakan organik (1), membuat pakan ikan dari em4 (1), memelihara ikan airkolam (1), Mempercepat besar ikan gurame (1), mempercepat budidaya gurami (1), MEMPERCEPAT PANEN GURAMI (1), mempercepat pembesaran gurami (1), mempercepat pembesaran patin (1), mempercepat pembesaran\ gurami (1), manfaat ikan gurame dalam perairan (1), MANFAAT IKAN GURAM (1), Makanan untuk ikan kolam (1), mampaat daun talas untuk gurame (1), manajemen kolam perikanan (1), manajemen kualitas air kolam pembesaran (1), manfaat daun talas sebagai makanan ikan (1), manfaat daun talas untuk air (1), manfaat daun talas untuk ikan gurami (1), manfaat daun talas untuk pakan ikan gurami (1), manfaat daun talas untuk perikanan (1), mempercepat per (1), gurami amonia (1), ikan yang cocok untuk kolam air diam (1), industri ikan kolam (1), industri ikan kolam gurame (1), info pakan alami gurameh (1), isi air kolam ikan gurame (1), jenis pelet pembesaran gurameh (1), jual gurame pembesaran#sclient=psy-ab (1), jumlah pakan gurame (1), kadar amonia pada ikan gurame (1), ikan toleransi tinggi (1), Ikan kolam gurame (1), hasil budidaya ikan gurame (1), ikan air tenang (1), ikan bertoleransi tinggi (1), ikan dengan toleransi tinggi terhadap oksigen (1), ikan grameh (1), ikan gurame ( budidaya ) (1), ikan gurame pembesaran (1), ikan gurami organik (1), ikan kolam air tenang (1), Kadar oksigen untuk memelihara ikan gurame (1), kadar protein daun talas (1), kadar protein pada pakan ikan gurami (1), kebutuhan protein ikan gurame (1), KEBUTUHAN PROTEIN PADA IKAN GURAMI (1), kebutuhan protein pada pembesaran ikan gurami (1), kepadatan ikan gurame di kolam (1), kepadatan kolam gurame (1), kepadatan kolam pada budidaya pembesaran ikan gurami (1), kepadatan kolam patin (1), kepadatan pembesaran gurami (1), Kepadatan pembesaran ikan gurame (1), kebutuhan nutrisi pada ikan gurami (1), kebutuhan karbohidrat pada ikan gurami (1), kandungan dalam ikan guramai (1), kandungan em4 untuk kolam ikan (1), kandungan em4-perikanan (1), kandungan p pada air kolam ikan (1), kapasitas budidaya ikan bawal (1), kapasitas kolam pembesaran gurame (1), kapasitas kolom ikan gurami (1), karya tulis tentang tinjauan terhadap pabrik keripik pisang (1), kebutuhan air kolam ikan per hektar (1), kepadatan populasi ikan di kolam (1) 


Sumber: di copy dari trubus


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :
Loading
Logitech Keyboards

Minggu, 25 September 2011

BELAJAR BETERNAK IKAN GURAMI (A-Z)


Pengantar:
Ini tulisan menarik tentang serba-serbi beternak gurami oleh kawan Mimbar Seputro. Semoga bermanfaat.
Saya Mimbar Bambang Seputro, 47, ingin membagi pengalaman dalam beternak ikan Gurami. Karena saya mulai dari nol besar, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa ada suatu bidang usaha yang berbeda dengan bidang usaha sebelumnya. Betapa tidak, hampir 20 tahun saya bekerja di sebuah perusahaan jasa tiba-tiba saya harus bergelut dan melayani mahluk bernama ikan Gurami. Padahal yang lulusan sekolah spesial ikan-pun banyak yang menyimpang kearah jalan yang “tidak sesat”.
Lokasi saya beternak ada di daerah Citayam, Bogor, tempat dimana para petani beternak ikan mulai dari Gurami, Lele, Mas, Tawes, Patin, Nila dan segala macam ikan. Petani-petani sederhana sampai kaya raya ini patut diberi acungan jempol sebagai Universitas Perjuangan Hidup.
Cuma waktu itu krisis moneter melanda para penduduk. Banyak peternak yang bangkrut lalu pindah haluan. Celah ini saya manfaatkan sehingga saya bisa memilih peternak yang masih bertahan, dan biasanya yang teruji kualitas kepakarannya. Segi positif lainnya, gurame adalah vegetarian, sehingga makanan utamanya sejenis daul keladi, di jabar- namanya “sente” banyak tersedia, kami tinggal meminta ijin pemiliknya untuk ikut membersihkan halaman kebunnya.
Namun sayang, ketika saya mencari informasi di Website, ternyata minim sekali informasi yang saya dapatkan. Saya mencoba mencari dengan search engine dengan mengombinasikan kata “gourami” menjadi “gurami”. Salah-salah saya malahan dapat software Gourami yang tidak ada hubungannya dengan ikan Gurami.
Lalu saya mulai baca buku-buka dalam bahasa Indonesia, waw buku pertama menarik, tetapi ketika mulai baca buku yang lain, mulai bingung sebab satu sama lain kadang-kadang berbeda. Tapi perbedaan itulah kekuatan. Ikutan bahasa para politisi kita.
Secara kebetulan ada kolam seluas 400 meter persegi yang sudah “ditinggalkan” oleh pengelolanya terdahulu. Alasannya harga ikan yang jatuh, banyak penyakit menyerang, di jarah orang jahat, tertipu dan banyak lain alasan yang membuat saya berfikir dua tiga kali untuk terjun ke area per guramian. Saya harus cari alasan yang tidak ada hubungannya dengan perikanan. Di rumah sangat sederhana tempat kami menginap, Saya dapatkan, seorang bapak muda dengan dengan isteri berumur 16 tahun dan anak bayinya, seorang ibu dengan cucunya yang semuanya semula bergantung hidup dari kolam ini. Tekad saya semakin kuat, saya akan terjun ke dunia perikanan. Lagian, kalau kontrak dengan maha kuasa sudah dijalani 47 tahun tetapi kontrak dengan perusahaan tingal bisa dihitung dengan kedua jari.
Mulailah tabungan di ATM di dodol, dengan rasa was-was, kalau ini gagal juga habislah awak, tapi mudah-mudahan tidak dedel duwel. Kolam sudah tersedia ada, air lumayan banyak, tinggal cari benih ikan dari petani setempat.
Ah kebetulan kami berkenalan dengan seorang pemuda bernama Abel, yang belakangan ini mepet terus kepada kami. Abel tinggal dengan neneknya yang juga rumah kami berdekatan. Abel inilah yang mengatakan bahwa janganlah karena panen sekali gagal lalu stop jadi petani. Orang naik sepeda juga bisa jatoh, katanya.
MENYIAPKAN KOLAM GURAMI

Menyiapkan KOLAM IKAN, saya bingung setengah mampus (maafkan bahasa saya ikutan para ABG), kolam is kolam, end of story. Isi air yang banyak, masukkan ikan, sama halnya seperti memasukkan ikan di akuarium atau bak mandi kita sehari-hari.
Buku saya baca lagi, learning by doing kata orang Inggris. Kolam harus dekat rumah, maksudnya mudah pengawasannya. Terutama sekali itu lho, ngintipin ikan gurame berahi, dengan harapan kita mendapatkan banyak telur yang kemudian menetas menjadi “gonada”- baby gourami. Oooo itu….
Oh masih banyak lagi, selain manusia jahil, banyak musuh ikan yang lain, binatang sejenis lingsang, burung blekok, burung elang, ular, bahkan kodok budug-pun menjadi musuh sang Gurami. Kalau anda menonton filem discover, anda bilang “oh itu hukum alam, mereka musti memangsa binatang lainnya, agar mereka hidup”. tapi dalam perikanan its totally different things!. Anda tidak akan membiarkan terjadi, biarlah hukum alam terjadi, tapi jangan disini, di balongku, di tebatku.
Mula-mula kolam dipaculi dan dibentuk pematang-pematang yang berbentuk trapesium. Bentuk trapesium sudah diterima masyarakat luas, maksudnya massa air biasanya lebih menekan dibagian bawah daripada bagian atas. Apalagi dibagian bawah sering longsor, dilubangi oleh belut, lele, kepiting nakal dan bandelnya minta ampuun.
Kemiringan kaki trapesium biasanya 45 derajat, kata Zulkifli Jangkaru, tapi pak Slamet Soeseno bilang lain lagi. Bagian luar boleh tegak lurus, bagian dalam agak landai 1: 1,5 atau 1:1,75
Kolam-kolam kita nantinya akan diisi air sampai 60 cm. Jadi dengan pematang, bibir tegalan maka paling tidak 80-90 cm dianggap cukup ideal. Setelah tanah di cangkuli, biasanya dibiarkan kering sampai retak-retak, biar kalau ada hama pengganggu ikut mati kepanasan. Tapi Kalau ternyata masih ada yang staminanya kuat, dibantu dengan pemberian “cengkaling” sejenis kapur beracun, yang disebarkan disudut dan penjuru kolam. Biasanya belut, udang, kepiting pada kepanasan dan keluar untuk ditangkap para petani dan dibantai seperti layaknya dukun santet.
Kolam kemudian didiisi air, dibiarkan semalaman agar racu-racun “cengkaling” nya luntur kehebatannya lantaran mengendap. Kemudian air dibuang dan kolam dikeringkan sekali lagi. Maka kolam siap dipergunakan.
Air umumnya berlimpah, tetapi mengingat sistem pengairan kita dasarnya dalah gotong royong, maka kerja sama dengan penduduk setempat yang sesama petani harus terjaga. Kapan pembagian air, kapan kita harus menahan diri. Semua tidak tertulis dibuku, tetapi dijalankan secara turun temurun. Peternak harus mau “siskamlong”, sistem keamanan pengairan balong, modalnya lampu senter dan sebungkus rokok serta komunikasi.
Kalau air sudah masuk, harus di saring agar supaya ikan gabus, lele, kepiting, kodok budug, udang bisa masuk kedalam kolam kita. Biasanya dipipa pralon para petani memasang saringan (sosok) yang terbuat dari anyaman bambu. Air ditunggu sampai tingginya 60 cm, baru sisanya dialirkan ketempat lain atau ke parit pembuangan.
Secara teori, ikan gurami menyukai air dengan kadar keasaman 6,5 sampai 7.0 dan suhu air 24-28 derajat Celcius.
Di habitatnya, gurami hidup di rawa-rawa, ini bisa dilihat bahwa gerakan Gurami umumnya vertikal. Anggun dan hanya menimbulkan suara haluuuus sekali, kecuali kalau dia terkejut.
Makanan GURAMI
Seperti dikatakan bahwa Gurami adalah mahluk Vegetarian, atau kata anak saya Herbivor. Keuntungannya segala macam daun-daunan yang lembut strukturnya bisa di “empan” kan kepada gurami dewasa.
Petani-petani jabar, selalu menjemur daun-daun yang akan diberikan kepada peliharannya terlebih dahulu sehingga layu, dengan demikian getah yang beracun bisa dinetralisir.
· Daun talas/keladi atau sente (jabar) yang tua, biasanya seberapapun makanan ini diberikan, akan ditarik-tarik oleh gurami sampai tinggal tulang-tulangnya.
Dianjurkan menanam sendiri talas ini di tegalan kolam, dihalaman rumah, karena gurame tidak bisa hidup tanpa keladi, sampai menjadi tua-tua keladi.
· Daun ketela Singkong
· Daun Pepaya
Kurang dianjurkan diberikan untuk biang Gurame karena merusak kantung telur.
· Daun Kangkung
· Daun ubi jalar
juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada biang gurame.
· Ketimun
· Tauge, bisa tauge kacang hijau, tauge kacang merah dan tauge dari bibit padi muda.
· Labu
· Talas
· Pellets
Beberapa peternak membuat sendiri pellet yang terdiri Katul, tepung ikan, bungkil kedelai, protein Tepung Daging dan tambahan 10 tablet anti biotik untuk per 100 kg pelet.
· Jagung rebus. Sangat baik untuk mempercepat kematangan “gonade” sehingga memperpendek waktu pemijahan. Jumlah jagung rebus yang diberikan 3-5% berat badan induk. Menurut Heru Susanto, telur yang matang pada usia 45-60 hari bisa diperpendek menjadi 25-30 hari.
Cara pemberiannya dengan menempatkan jagung pada anyaman bambu 0,5 x 0,5 meter, lalu ditenggelamkan sekitar 15 cm dengan jarak 0,5 m dari pinggir kolam. Pilih tempat yang terlindung dan tempat ikan berkumpul.
Sekalipun kita beranggapan bahwa gurame adalah mahluk vegetarian, tetapi mereka tidak menolak anak semut (kroto), dedak, ampas tahu, bungkil kacang. Bahkan beberapa petani memasang lampu teplok dipinggiran kolam jika dilihatnya banyak serangka beterbangan.
Serangga-serangga ini tertarik kepada cahaya lampu, dan ketika mereka mendekat lalu jatuh, maka gurame dengan suka cita melahapnya.
Telor Gurami

Sebelum ikan gurami mampu bertelur, tentunya ikan harus dimasukkan secara berpasangan dan kawin secara masal. Kawin campur dalam kolam tidak dibicarakan disini.
Sebagai “rule of thumb”, seekor biang gurami memerlukan kavling 15-20 meter persegi. Pemacek (pejantan) boleh mengawini empat ekor biang. Mengintip gurami pacaran kata yang sering melihat adalah pengalaman mengasyikkan. Bila pejantan sudah mulai mengejar yang biang, maka kolam pemijahan harus disiapkan. Setahun, ikan bisa bertelur sampai dua kali.
Beberapa petani berpengalaman bahkan bisa mencium bau amis yang ditimbulkan dari kolam sebagai tanda kesiapan berpijah peliharaannya.
Perbaikan Kolam
Kolam harus sudah dikeringkan, dan ditaburi kapur 100-200 gr/meter persegi guna membunuh
hama dan parasit.
Kedalaman kolam harus 60-100 meter persegi
Mempersiapkan sarang, di Jawa Barat, petani biasanya menyiapkan pengki atau sosok yang terbuat dari anyaman bambu, atau membuat lubang bergaris tengah 30 cm sedalam 35 cm untuk merangsang gurami menaruh telur ditempat yang sudah disediakan. Untuk bahan pembuatan sarang dapat menggunakan ijuk halus atau sabut kelapa. Petani Jawa Barat bahkan membuat bahan sarang dari karung plastik yang sudah di cabik-cabik memanjang seperti kertas pelindung barang pecah belah.
Supaya tidak bertebaran di dalam kolam, maka ijuk yang sudah direndam semalaman dan disisir halus, dijepit dengan sebilah bambu secara longgar agar supaya mudah ditarik-tarik oleh ikan. Banyaknya ijuk sekitar 1-1,5 kg untuk sebuah sarang.
Untuk mengetahui bahwa gurami sudah bertelur, masukkan lidi kedalam sarang, perhatikan apakah ada lapisan minyak keluar dari sarang untuk memastikan bahwa telur sudah ditempatkan didalamnya
Penetasan Telur Gurami
Membiarkan telur menetas secara alami biasanya tidak membawa hasil yang menggembirakan. Campur tangan petani sangat diperlukan.
Memetik Sarang.
Mengambil telur dari sarangnya harus dilakukan secara perlahan-lahan. Bawa ember berisi air , lalu dekatilah sarang seperti orang mau menangkap burung, sebab sarang selalu dijaga oleh orang tuanya, sehingga diperlukan keahlian khusus.
Cara membawa sarang harus dengan tutup sarang berada diatas. Membersihkan telur.
Telur harus dipisahkan dari kotorannya. telur yang baik berwarna kuning mengkilat, sedangkan yang busuk berwarna putih susu dan keruh. Ambil hanya telur yang baik.
Penetasan di petakan kolam
Kolam yang dipakai biasanya yang berukuran kecil atau lebih sering dinamakan “anak kolam” atau petakan kolam.
Kolam petakan terlebih dahulu harus disterilkan dengan cara mengeringkan dasr kolam, pemberian kapur sebanyak 100-200 gram per meter persegi, pemberian pupuk kandang 150-200 gr per meter persegi, pemberian pupuk urea 15-20 gr per meter persegi sehingga terciptta suasana kolam yang bersih, namun subur akan mikroorganisme yang dibutuhkan ikan kelak.
Alirkan air kedalam kolam setinggi 35 cm dan biarkan sekitar 7-10 hari untuk memberikan kesempatan makanan alamiah pythoplankton berkembang biak dan menetralkan racun akibat pemupukan dan pengapuran.
Setelah telur dimasukkan kedalam kolam diberi tenda untuk melindungi telur dari sengatan terik matahari, dalam jangka waktu 20-30 hari akan muncul larva gurami. Cara ini memiliki kelemahan seperti sulit mengontrol adanya jamur parasit, kondisi air yang berubah-ubah, ancaman hama pengganggu terhadap larva yang masih lemah.
Penetasan dalam wadah
Cara ini sekalipun memerlukan perhatian terus menerus namun hasilnya lebih memuaskan karena selain lebih aman dari hama penyakit pengawasannya lebih mudah, sehat dan kaya oksigen serta lebih banyak kemungkinan telur menetas.
Siapkan gentong, jamban dari tanah liat sebanyak dua buah, satu sarang memerlukan dua gentong. Lalu isi dengan air jernih sekitar separuh lebih sedikit.
Letakkan gentong terapung diatas kolam penetasan, beri atap agar supaya tidak terkena air hujan yang bisa menggagalkan telur.
Usahakan agar mendapat matahari pagi
Pindahkan sarang yang berisi telur kedalam gentong. lalu uraikan ijuk dan telur akan jatuh kedalam gentong.
Letakkan daun tebu diatas permukaan air dalam gentong.
Air dalam pasu diganti setiap dua kali sehari. Caranya, masukkan saringan halus kedalam air. Air yang terkumpul di dalam saringan dikeluarkan melalui selang. Usahakan pergantian secara bertahap sehingga tidak terjadi goncangan pada telur dan tidak terjadi perubahan suhu mendadak.
Minyak yang mengapung dalam gentong sebaiknya dibuang
Lama penetasan adalah 2 minggu, telur yang tidak menetas (busuk) dibuang karena akan mencemarkan air.
Selesai menetas biarkan anak gurami selama 10 hari dan jangan diberi makan.
Setelah 10 hari diberi dedak campuran kuning telur.
Anatomi Kolam GURAMI
<!–[if supportFields]>PRIVATE<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>Pengetahuan mengenai anatomi kolam dibutuhkan agar terhindar kesalahan konstruksi setelah kolam diisi ikan.
PEMATANG
Membuat sebuah kolam sebetulnya membuat pematang atau tegalan. Bentuk pematang yang disukai dewasa ini adalah trapesium yang melebar di bagian bawahnya. Pematang retak atau bocor harus segera ditambal dengan tanah liat. Belut atau kepiting suka membuat lubang di pematang sehingga harus ditutup secepatnya. Pada saat bertelur nanti, gurami cenderung mengorek lunag berukuran 30 cm sedalam 30 cm sehingga hal-hal seperti ini harus diantisipasi oleh peternak.
Idealnya bagian atas pematang dibuat selebar 1 meter, bagian bawahnya 1,5 meter dengan ketinggian 1 meter.
Tegalan ini nantinya ditanami rumput untuk mencegah kelongsoran dan tanaman keladi, tanaman singkong yang bisa dimanfaatkan sebagai catu makanan gurami.
SALURAN MASUK AIR
Parit-parit air dibuat harus lebih tinggi daripada kolam. Bila air dibendung dengan bendungan sementara yang terdiri dari tumpukan bata, batu, papan dan bambu, maka permukaan air akan naik sehingga bisa mengairi kolam. Untuk menahan parit agar tidak longsor, sisi parit di tahan dengan anyaman bambu.
SALURAN PEMBUANGAN AIR atau drainase
Saluran pembuangan atau drainase sangat vital, biasanya saluran ini harus lebih besar sehingga kalau terpaksanya harus mengeringkan lebih dari satu kolam secara bersamaan, lubang saluran tidak kewalahan sampai sampai meluap.
Tentu saja saluran ini dibuat lebih rendah daripada kolam.
PINTU AIR MASUK
Dipilih yang terbuat dari bahan pralon 4″ yang dilengkali dengan elbo (knee) di kedua ujungnya. Kalau elbo ini diarahkan keatas bisa berubah fungsi sebagai pintu penutup. Sebuah saringan yang terbuat dari anyaman bambu kelak dipasang pada elbo sehingga berfungsi menyaring sampah, menyaring ikan gabus, sepat, ikan sapu-sapu yang tidak diinginkan memasuki kawasan kolam. Saluran air selain dibuat lebih tinggi dari 0,75 m, juga menjorok kedalam kolam sehingga terjadi efek grojogan, yang akhirnya merupakan suply oksigen
PINTU AIR KELUAR
Pintu ini harus dibuat agar supaya ikan kita tidak terbawa keluar.
KEMALIR
Sebuah parit kecil didalam kolam, tujuannya ketika kolam dikeringkan, ikan bisa digiring mengumpul kesuatu tempat yang lebih miring sehingga mudah ditangkap. Menurut Heru Susanto, ukuran yang ideal adalah lebar 40 cm, kedalaman 20 cm.
KOBAKAN
Sama dengan kemalir, hanya dibuat lebih lebar misalnya panjang 1 meter lebah 2 meter. Tujuannya ya untuk menangkap ikan.
PELATARAN
Pelataran adalah kata lain dari dasar kolam secara keseluruhan. Pelataran dibuat miring ke arah saluran pembuangan. Lumpur dalam kolam harus kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan ikan.
Untuk mendapatkan harga yang baik, umumnya gurami dijual dalam keadaan hidup-hidup dan dagingnya tidak berbau lumpur.
Bau lumpur dalam tubuh Gurami diduga akibat senyawa geosmin akibat pekerjaan bakteri dan plankton. Dalam kolam yang tidak mengalir, akan terjadi penumpukan bahan organik secara terus menerus. Usia plankton sangat singkat, dan ketika mati menimbulkan bau busuk pada kolam dan pada ikan.
MENCEGAH BAU LUMPUR
Mengurangi intensitas matahari
Jenis plankton akan tumbuh cepat bila terkena sinar matahari. Jika separuh kolam diberi naungan, maka populasi plankton dapat ditekan.
Pemupukan yang seimbang
Pemberian pupuk N dan P dengan perbandingan 4:1 akan menghambat pertumbuhan alga biru. Dosis pemberian adalah 7-14 mg setiap meter kubik air dapat dilakukan setiap minggu
Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat
Usahakan pakan ikan jangan sampai tersisa sebab akan menjadi penyebab peningkatan mikro organisme
Penyaringan air kolam
Penebaran ikan pemakan plankton
Ikan mola, nilem dan sepat memiliki kemampuan memangsa plankton yang baik. Hanya penebaran ikan pemangsa plangkton harus diperhatikan agr supaya tidak terjadi perebutan pakan.
Pengendalian secara Kimiawi. Dengan pemberian planktonsida kuprisulfan dan kuprisandoz.
MENGHILANGKAN BAU LUMPUR
Pemberaan
Selama 3-5 hari ikan disuruh berpuasa dalam air tawar yang mengalir. Hasil penelitian, gurami yang berbobot setengah kiloan setelah diberakan dalam air tawar selama 7 hari ternyata telah terbebas dari bau lumpur dan dagingnya menjadi lebih kenyal.
Pengolahan hasil Cara memasak gurami dengan menambahkan bumbu masak tradisional seperti kunyit, bawang merah, daun salam, dan serai dapat mengurangi bau lumpur dalam gurami.
JENIS GURAMI

Ikan Gurami (giant Gourami), diberi nama di jawa sebagai Gurameh, Brami, di Sumatera sebagai Kalui, dan di Kalimantan sebagai ikan Kali.
Ikan gurami (Osphronemus gourami) mempunyai bentuk gepeng (compressed), yang muda bersikap agresif, tetapi sifat ini akan berkurang sejalan dengan umur gurami.
Ikan gurami muda berdahi yang normal dan rata, semakin dewasa dahi ini makin tebal dan kelihatan menonjol. Pada ikan muda ada 8 buah garis tegak, yang akan hilang setelah ikan mulai menginjak dewasa.
Petani mengenal dua jenis gurami, yaitu Gurami Soang (angsa) ikan ini yang bisa mencapai panjang 65 centimeter dengan berat 8 kilogram. Jenis yang lain Gurami Jepang hanya mampu tumbuh 3,5 kilogram dengan panjang maksimal 45 centimeter. Strain (bakat) yang berbeda inilah yang harus diperhatikan (sayangnya sukar menengarainya) jika ingin beternak Gurami.
Gurame bule dan belang juga tidak jarang dijumpai. Bagi yang suka rumit-rumit, dalam kepengurusan partai kerajaan dunia hewan, ikan ini diklasifikasikan sbb:
Klas: Pisces Sub klas: Teleostei Ordo: Labyrinthici Sub ordo: Anabantoidae Famili: Anabantidae Genus: Osphronemus Species: Osphronemus gouramy (Lacapede)
Buku mengenai ikan GURAMI
Buku-buku yang saya baca umumnya buku berbahasa Indonesia, kadang merasa haru melihat kenyataan bahwa buku yang bermutu, ditulis dengan penuh dedikasi, dan dijual dengan harga yang terjangkau. Salut saya kepada para penulis buku, sehingga walaupun saya tidak mengenalnya secara langsung saya pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih. Saya cantumkan harga buku tersebut pada Maret 2000
· Budi Daya Ikan Gurame oleh Heru Susanto, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 9300
· Petunjuk Praktis Budi Daya Ikan Gurami oleh Heri Respati dan Budi Santoso, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 4000
· Membudidayakan Gurami Secara Intensif oleh Harsono Puspowardoyo dan Abbas Siregar, penerbit Kanisius harga sekitar 5600
· Memelihara Ikan Bersama Ayamoleh Kusno, penerbit Penebar Swadaya, seri perikanan XXIII/197/89 harga sekitar 3800
· Usaha Budidaya Ikan GURAMIoleh Taufiq Rusdi, CV Simplex – Jakarta, harga sekitar Rp. 5000
· Makanan Ikanoleh Ahmad Mujiman, penerbit Panebar Swadaya, seri perikanan – XV/83/87, harga sekitar Rp. 15.400
· Budidaya Ikan di Pekaranganoleh Heru Susanto, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 12350
· Memacu Pertumbuhan Guramioleh Zulkifli Jangkaru, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 9250
· Budidaya Ikan Guramioleh Maloedyn Sitanggang, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 6350


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :
Loading
Logitech Keyboards

Minggu, 14 Agustus 2011

BELAJAR BETERNAK IKAN GURAMI

Ini tulisan menarik tentang serba-serbi beternak gurami oleh kawan Mimbar Seputro. Semoga bermanfaat.

Saya Mimbar Bambang Seputro, 47, ingin membagi pengalaman dalam beternak ikan Gurami. Karena saya mulai dari nol besar, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa ada suatu bidang usaha yang berbeda dengan bidang usaha sebelumnya. Betapa tidak, hampir 20 tahun saya bekerja di sebuah perusahaan jasa tiba-tiba saya harus bergelut dan melayani mahluk bernama ikan Gurami. Padahal yang lulusan sekolah spesial ikan-pun banyak yang menyimpang kearah jalan yang “tidak sesat”.

Lokasi saya beternak ada di daerah Citayam, Bogor, tempat dimana para petani beternak ikan mulai dari Gurami, Lele, Mas, Tawes, Patin, Nila dan segala macam ikan. Petani-petani sederhana sampai kaya raya ini patut diberi acungan jempol sebagai Universitas Perjuangan Hidup.

Cuma waktu itu krisis moneter melanda para penduduk. Banyak peternak yang bangkrut lalu pindah haluan. Celah ini saya manfaatkan sehingga saya bisa memilih peternak yang masih bertahan, dan biasanya yang teruji kualitas kepakarannya. Segi positif lainnya, gurame adalah vegetarian, sehingga makanan utamanya sejenis daul keladi, di jabar- namanya “sente” banyak tersedia, kami tinggal meminta ijin pemiliknya untuk ikut membersihkan halaman kebunnya.

Namun sayang, ketika saya mencari informasi di Website, ternyata minim sekali informasi yang saya dapatkan. Saya mencoba mencari dengan search engine dengan mengombinasikan kata “gourami” menjadi “gurami”. Salah-salah saya malahan dapat software Gourami yang tidak ada hubungannya dengan ikan Gurami.

Lalu saya mulai baca buku-buka dalam bahasa Indonesia, waw buku pertama menarik, tetapi ketika mulai baca buku yang lain, mulai bingung sebab satu sama lain kadang-kadang berbeda. Tapi perbedaan itulah kekuatan. Ikutan bahasa para politisi kita.

Secara kebetulan ada kolam seluas 400 meter persegi yang sudah “ditinggalkan” oleh pengelolanya terdahulu. Alasannya harga ikan yang jatuh, banyak penyakit menyerang, di jarah orang jahat, tertipu dan banyak lain alasan yang membuat saya berfikir dua tiga kali untuk terjun ke area per guramian. Saya harus cari alasan yang tidak ada hubungannya dengan perikanan. Di rumah sangat sederhana tempat kami menginap, Saya dapatkan, seorang bapak muda dengan dengan isteri berumur 16 tahun dan anak bayinya, seorang ibu dengan cucunya yang semuanya semula bergantung hidup dari kolam ini. Tekad saya semakin kuat, saya akan terjun ke dunia perikanan. Lagian, kalau kontrak dengan maha kuasa sudah dijalani 47 tahun tetapi kontrak dengan perusahaan tingal bisa dihitung dengan kedua jari.

Mulailah tabungan di ATM di dodol, dengan rasa was-was, kalau ini gagal juga habislah awak, tapi mudah-mudahan tidak dedel duwel. Kolam sudah tersedia ada, air lumayan banyak, tinggal cari benih ikan dari petani setempat.
Ah kebetulan kami berkenalan dengan seorang pemuda bernama Abel, yang belakangan ini mepet terus kepada kami. Abel tinggal dengan neneknya yang juga rumah kami berdekatan. Abel inilah yang mengatakan bahwa janganlah karena panen sekali gagal lalu stop jadi petani. Orang naik sepeda juga bisa jatoh, katanya.

MENYIAPKAN KOLAM GURAMI

Menyiapkan KOLAM IKAN, saya bingung setengah mampus (maafkan bahasa saya ikutan para ABG), kolam is kolam, end of story. Isi air yang banyak, masukkan ikan, sama halnya seperti memasukkan ikan di akuarium atau bak mandi kita sehari-hari.

Buku saya baca lagi, learning by doing kata orang Inggris. Kolam harus dekat rumah, maksudnya mudah pengawasannya. Terutama sekali itu lho, ngintipin ikan gurame berahi, dengan harapan kita mendapatkan banyak telur yang kemudian menetas menjadi “gonada”- baby gourami. Oooo itu….

Oh masih banyak lagi, selain manusia jahil, banyak musuh ikan yang lain, binatang sejenis lingsang, burung blekok, burung elang, ular, bahkan kodok budug-pun menjadi musuh sang Gurami. Kalau anda menonton filem discover, anda bilang “oh itu hukum alam, mereka musti memangsa binatang lainnya, agar mereka hidup”. tapi dalam perikanan its totally different things!. Anda tidak akan membiarkan terjadi, biarlah hukum alam terjadi, tapi jangan disini, di balongku, di tebatku.

Mula-mula kolam dipaculi dan dibentuk pematang-pematang yang berbentuk trapesium. Bentuk trapesium sudah diterima masyarakat luas, maksudnya massa air biasanya lebih menekan dibagian bawah daripada bagian atas. Apalagi dibagian bawah sering longsor, dilubangi oleh belut, lele, kepiting nakal dan bandelnya minta ampuun.

Kemiringan kaki trapesium biasanya 45 derajat, kata Zulkifli Jangkaru, tapi pak Slamet Soeseno bilang lain lagi. Bagian luar boleh tegak lurus, bagian dalam agak landai 1: 1,5 atau 1:1,75

Kolam-kolam kita nantinya akan diisi air sampai 60 cm. Jadi dengan pematang, bibir tegalan maka paling tidak 80-90 cm dianggap cukup ideal. Setelah tanah di cangkuli, biasanya dibiarkan kering sampai retak-retak, biar kalau ada hama pengganggu ikut mati kepanasan. Tapi Kalau ternyata masih ada yang staminanya kuat, dibantu dengan pemberian “cengkaling” sejenis kapur beracun, yang disebarkan disudut dan penjuru kolam. Biasanya belut, udang, kepiting pada kepanasan dan keluar untuk ditangkap para petani dan dibantai seperti layaknya dukun santet.

Kolam kemudian didiisi air, dibiarkan semalaman agar racu-racun “cengkaling” nya luntur kehebatannya lantaran mengendap. Kemudian air dibuang dan kolam dikeringkan sekali lagi. Maka kolam siap dipergunakan.

Air umumnya berlimpah, tetapi mengingat sistem pengairan kita dasarnya dalah gotong royong, maka kerja sama dengan penduduk setempat yang sesama petani harus terjaga. Kapan pembagian air, kapan kita harus menahan diri. Semua tidak tertulis dibuku, tetapi dijalankan secara turun temurun. Peternak harus mau “siskamlong”, sistem keamanan pengairan balong, modalnya lampu senter dan sebungkus rokok serta komunikasi.

Kalau air sudah masuk, harus di saring agar supaya ikan gabus, lele, kepiting, kodok budug, udang bisa masuk kedalam kolam kita. Biasanya dipipa pralon para petani memasang saringan (sosok) yang terbuat dari anyaman bambu. Air ditunggu sampai tingginya 60 cm, baru sisanya dialirkan ketempat lain atau ke parit pembuangan.

Secara teori, ikan gurami menyukai air dengan kadar keasaman 6,5 sampai 7.0 dan suhu air 24-28 derajat Celcius.

Di habitatnya, gurami hidup di rawa-rawa, ini bisa dilihat bahwa gerakan Gurami umumnya vertikal. Anggun dan hanya menimbulkan suara haluuuus sekali, kecuali kalau dia terkejut.

Makanan GURAMI

Seperti dikatakan bahwa Gurami adalah mahluk Vegetarian, atau kata anak saya Herbivor. Keuntungannya segala macam daun-daunan yang lembut strukturnya bisa di “empan” kan kepada gurami dewasa.

Petani-petani jabar, selalu menjemur daun-daun yang akan diberikan kepada peliharannya terlebih dahulu sehingga layu, dengan demikian getah yang beracun bisa dinetralisir.

· Daun talas/keladi atau sente (jabar) yang tua, biasanya seberapapun makanan ini diberikan, akan ditarik-tarik oleh gurami sampai tinggal tulang-tulangnya.
Dianjurkan menanam sendiri talas ini di tegalan kolam, dihalaman rumah, karena gurame tidak bisa hidup tanpa keladi, sampai menjadi tua-tua keladi.

· Daun ketela Singkong

· Daun Pepaya
Kurang dianjurkan diberikan untuk biang Gurame karena merusak kantung telur.

· Daun Kangkung

· Daun ubi jalar
juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada biang gurame.

· Ketimun

· Tauge, bisa tauge kacang hijau, tauge kacang merah dan tauge dari bibit padi muda.

· Labu

· Talas

· Pellets
Beberapa peternak membuat sendiri pellet yang terdiri Katul, tepung ikan, bungkil kedelai, protein Tepung Daging dan tambahan 10 tablet anti biotik untuk per 100 kg pelet.

· Jagung rebus. Sangat baik untuk mempercepat kematangan “gonade” sehingga memperpendek waktu pemijahan. Jumlah jagung rebus yang diberikan 3-5% berat badan induk. Menurut Heru Susanto, telur yang matang pada usia 45-60 hari bisa diperpendek menjadi 25-30 hari.
Cara pemberiannya dengan menempatkan jagung pada anyaman bambu 0,5 x 0,5 meter, lalu ditenggelamkan sekitar 15 cm dengan jarak 0,5 m dari pinggir kolam. Pilih tempat yang terlindung dan tempat ikan berkumpul.

Sekalipun kita beranggapan bahwa gurame adalah mahluk vegetarian, tetapi mereka tidak menolak anak semut (kroto), dedak, ampas tahu, bungkil kacang. Bahkan beberapa petani memasang lampu teplok dipinggiran kolam jika dilihatnya banyak serangka beterbangan.
Serangga-serangga ini tertarik kepada cahaya lampu, dan ketika mereka mendekat lalu jatuh, maka gurame dengan suka cita melahapnya.

Telor Gurami

Sebelum ikan gurami mampu bertelur, tentunya ikan harus dimasukkan secara berpasangan dan kawin secara masal. Kawin campur dalam kolam tidak dibicarakan disini.
Sebagai “rule of thumb”, seekor biang gurami memerlukan kavling 15-20 meter persegi. Pemacek (pejantan) boleh mengawini empat ekor biang. Mengintip gurami pacaran kata yang sering melihat adalah pengalaman mengasyikkan. Bila pejantan sudah mulai mengejar yang biang, maka kolam pemijahan harus disiapkan. Setahun, ikan bisa bertelur sampai dua kali.
Beberapa petani berpengalaman bahkan bisa mencium bau amis yang ditimbulkan dari kolam sebagai tanda kesiapan berpijah peliharaannya.

Perbaikan Kolam
Kolam harus sudah dikeringkan, dan ditaburi kapur 100-200 gr/meter persegi guna membunuh hama dan parasit.
Kedalaman kolam harus 60-100 meter persegi

Mempersiapkan sarang, di Jawa Barat, petani biasanya menyiapkan pengki atau sosok yang terbuat dari anyaman bambu, atau membuat lubang bergaris tengah 30 cm sedalam 35 cm untuk merangsang gurami menaruh telur ditempat yang sudah disediakan. Untuk bahan pembuatan sarang dapat menggunakan ijuk halus atau sabut kelapa. Petani Jawa Barat bahkan membuat bahan sarang dari karung plastik yang sudah di cabik-cabik memanjang seperti kertas pelindung barang pecah belah.
Supaya tidak bertebaran di dalam kolam, maka ijuk yang sudah direndam semalaman dan disisir halus, dijepit dengan sebilah bambu secara longgar agar supaya mudah ditarik-tarik oleh ikan. Banyaknya ijuk sekitar 1-1,5 kg untuk sebuah sarang.
Untuk mengetahui bahwa gurami sudah bertelur, masukkan lidi kedalam sarang, perhatikan apakah ada lapisan minyak keluar dari sarang untuk memastikan bahwa telur sudah ditempatkan didalamnya

Penetasan Telur Gurami

Membiarkan telur menetas secara alami biasanya tidak membawa hasil yang menggembirakan. Campur tangan petani sangat diperlukan.
Memetik Sarang.
Mengambil telur dari sarangnya harus dilakukan secara perlahan-lahan. Bawa ember berisi air , lalu dekatilah sarang seperti orang mau menangkap burung, sebab sarang selalu dijaga oleh orang tuanya, sehingga diperlukan keahlian khusus.
Cara membawa sarang harus dengan tutup sarang berada diatas. Membersihkan telur.
Telur harus dipisahkan dari kotorannya. telur yang baik berwarna kuning mengkilat, sedangkan yang busuk berwarna putih susu dan keruh. Ambil hanya telur yang baik.

Penetasan di petakan kolam

Kolam yang dipakai biasanya yang berukuran kecil atau lebih sering dinamakan “anak kolam” atau petakan kolam.

Kolam petakan terlebih dahulu harus disterilkan dengan cara mengeringkan dasr kolam, pemberian kapur sebanyak 100-200 gram per meter persegi, pemberian pupuk kandang 150-200 gr per meter persegi, pemberian pupuk urea 15-20 gr per meter persegi sehingga terciptta suasana kolam yang bersih, namun subur akan mikroorganisme yang dibutuhkan ikan kelak.

Alirkan air kedalam kolam setinggi 35 cm dan biarkan sekitar 7-10 hari untuk memberikan kesempatan makanan alamiah pythoplankton berkembang biak dan menetralkan racun akibat pemupukan dan pengapuran.

Setelah telur dimasukkan kedalam kolam diberi tenda untuk melindungi telur dari sengatan terik matahari, dalam jangka waktu 20-30 hari akan muncul larva gurami. Cara ini memiliki kelemahan seperti sulit mengontrol adanya jamur parasit, kondisi air yang berubah-ubah, ancaman hama pengganggu terhadap larva yang masih lemah.

Penetasan dalam wadah

Cara ini sekalipun memerlukan perhatian terus menerus namun hasilnya lebih memuaskan karena selain lebih aman dari hama penyakit pengawasannya lebih mudah, sehat dan kaya oksigen serta lebih banyak kemungkinan telur menetas.

Siapkan gentong, jamban dari tanah liat sebanyak dua buah, satu sarang memerlukan dua gentong. Lalu isi dengan air jernih sekitar separuh lebih sedikit.

Letakkan gentong terapung diatas kolam penetasan, beri atap agar supaya tidak terkena air hujan yang bisa menggagalkan telur.

Usahakan agar mendapat matahari pagi

Pindahkan sarang yang berisi telur kedalam gentong. lalu uraikan ijuk dan telur akan jatuh kedalam gentong.

Letakkan daun tebu diatas permukaan air dalam gentong.

Air dalam pasu diganti setiap dua kali sehari. Caranya, masukkan saringan halus kedalam air. Air yang terkumpul di dalam saringan dikeluarkan melalui selang. Usahakan pergantian secara bertahap sehingga tidak terjadi goncangan pada telur dan tidak terjadi perubahan suhu mendadak.

Minyak yang mengapung dalam gentong sebaiknya dibuang

Lama penetasan adalah 2 minggu, telur yang tidak menetas (busuk) dibuang karena akan mencemarkan air.

Selesai menetas biarkan anak gurami selama 10 hari dan jangan diberi makan.

Setelah 10 hari diberi dedak campuran kuning telur.

Anatomi Kolam GURAMI
PRIVATEPengetahuan mengenai anatomi kolam dibutuhkan agar terhindar kesalahan konstruksi setelah kolam diisi ikan.

PEMATANG

Membuat sebuah kolam sebetulnya membuat pematang atau tegalan. Bentuk pematang yang disukai dewasa ini adalah trapesium yang melebar di bagian bawahnya. Pematang retak atau bocor harus segera ditambal dengan tanah liat. Belut atau kepiting suka membuat lubang di pematang sehingga harus ditutup secepatnya. Pada saat bertelur nanti, gurami cenderung mengorek lunag berukuran 30 cm sedalam 30 cm sehingga hal-hal seperti ini harus diantisipasi oleh peternak.
Idealnya bagian atas pematang dibuat selebar 1 meter, bagian bawahnya 1,5 meter dengan ketinggian 1 meter.
Tegalan ini nantinya ditanami rumput untuk mencegah kelongsoran dan tanaman keladi, tanaman singkong yang bisa dimanfaatkan sebagai catu makanan gurami.

SALURAN MASUK AIR

Parit-parit air dibuat harus lebih tinggi daripada kolam. Bila air dibendung dengan bendungan sementara yang terdiri dari tumpukan bata, batu, papan dan bambu, maka permukaan air akan naik sehingga bisa mengairi kolam. Untuk menahan parit agar tidak longsor, sisi parit di tahan dengan anyaman bambu.

SALURAN PEMBUANGAN AIR atau drainase

Saluran pembuangan atau drainase sangat vital, biasanya saluran ini harus lebih besar sehingga kalau terpaksanya harus mengeringkan lebih dari satu kolam secara bersamaan, lubang saluran tidak kewalahan sampai sampai meluap.

Tentu saja saluran ini dibuat lebih rendah daripada kolam.

PINTU AIR MASUK

Dipilih yang terbuat dari bahan pralon 4″ yang dilengkali dengan elbo (knee) di kedua ujungnya. Kalau elbo ini diarahkan keatas bisa berubah fungsi sebagai pintu penutup. Sebuah saringan yang terbuat dari anyaman bambu kelak dipasang pada elbo sehingga berfungsi menyaring sampah, menyaring ikan gabus, sepat, ikan sapu-sapu yang tidak diinginkan memasuki kawasan kolam. Saluran air selain dibuat lebih tinggi dari 0,75 m, juga menjorok kedalam kolam sehingga terjadi efek grojogan, yang akhirnya merupakan suply oksigen

PINTU AIR KELUAR

Pintu ini harus dibuat agar supaya ikan kita tidak terbawa keluar.

KEMALIR

Sebuah parit kecil didalam kolam, tujuannya ketika kolam dikeringkan, ikan bisa digiring mengumpul kesuatu tempat yang lebih miring sehingga mudah ditangkap. Menurut Heru Susanto, ukuran yang ideal adalah lebar 40 cm, kedalaman 20 cm.

KOBAKAN

Sama dengan kemalir, hanya dibuat lebih lebar misalnya panjang 1 meter lebah 2 meter. Tujuannya ya untuk menangkap ikan.

PELATARAN

Pelataran adalah kata lain dari dasar kolam secara keseluruhan. Pelataran dibuat miring ke arah saluran pembuangan. Lumpur dalam kolam harus kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan ikan.

Untuk mendapatkan harga yang baik, umumnya gurami dijual dalam keadaan hidup-hidup dan dagingnya tidak berbau lumpur.
Bau lumpur dalam tubuh Gurami diduga akibat senyawa geosmin akibat pekerjaan bakteri dan plankton. Dalam kolam yang tidak mengalir, akan terjadi penumpukan bahan organik secara terus menerus. Usia plankton sangat singkat, dan ketika mati menimbulkan bau busuk pada kolam dan pada ikan.

MENCEGAH BAU LUMPUR

Mengurangi intensitas matahari
Jenis plankton akan tumbuh cepat bila terkena sinar matahari. Jika separuh kolam diberi naungan, maka populasi plankton dapat ditekan.

Pemupukan yang seimbang
Pemberian pupuk N dan P dengan perbandingan 4:1 akan menghambat pertumbuhan alga biru. Dosis pemberian adalah 7-14 mg setiap meter kubik air dapat dilakukan setiap minggu

Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat
Usahakan pakan ikan jangan sampai tersisa sebab akan menjadi penyebab peningkatan mikro organisme

Penyaringan air kolam

Penebaran ikan pemakan plankton
Ikan mola, nilem dan sepat memiliki kemampuan memangsa plankton yang baik. Hanya penebaran ikan pemangsa plangkton harus diperhatikan agr supaya tidak terjadi perebutan pakan.

Pengendalian secara Kimiawi. Dengan pemberian planktonsida kuprisulfan dan kuprisandoz.

MENGHILANGKAN BAU LUMPUR

Pemberaan
Selama 3-5 hari ikan disuruh berpuasa dalam air tawar yang mengalir. Hasil penelitian, gurami yang berbobot setengah kiloan setelah diberakan dalam air tawar selama 7 hari ternyata telah terbebas dari bau lumpur dan dagingnya menjadi lebih kenyal.

Pengolahan hasil Cara memasak gurami dengan menambahkan bumbu masak tradisional seperti kunyit, bawang merah, daun salam, dan serai dapat mengurangi bau lumpur dalam gurami.

JENIS GURAMI

Ikan Gurami (giant Gourami), diberi nama di jawa sebagai Gurameh, Brami, di Sumatera sebagai Kalui, dan di Kalimantan sebagai ikan Kali.

Ikan gurami (Osphronemus gourami) mempunyai bentuk gepeng (compressed), yang muda bersikap agresif, tetapi sifat ini akan berkurang sejalan dengan umur gurami.

Ikan gurami muda berdahi yang normal dan rata, semakin dewasa dahi ini makin tebal dan kelihatan menonjol. Pada ikan muda ada 8 buah garis tegak, yang akan hilang setelah ikan mulai menginjak dewasa.

Petani mengenal dua jenis gurami, yaitu Gurami Soang (angsa) ikan ini yang bisa mencapai panjang 65 centimeter dengan berat 8 kilogram. Jenis yang lain Gurami Jepang hanya mampu tumbuh 3,5 kilogram dengan panjang maksimal 45 centimeter. Strain (bakat) yang berbeda inilah yang harus diperhatikan (sayangnya sukar menengarainya) jika ingin beternak Gurami.

Gurame bule dan belang juga tidak jarang dijumpai. Bagi yang suka rumit-rumit, dalam kepengurusan partai kerajaan dunia hewan, ikan ini diklasifikasikan sbb:

Klas: Pisces Sub klas: Teleostei Ordo: Labyrinthici Sub ordo: Anabantoidae Famili: Anabantidae Genus: Osphronemus Species: Osphronemus gouramy (Lacapede)

Buku mengenai ikan GURAMI
Buku-buku yang saya baca umumnya buku berbahasa Indonesia, kadang merasa haru melihat kenyataan bahwa buku yang bermutu, ditulis dengan penuh dedikasi, dan dijual dengan harga yang terjangkau. Salut saya kepada para penulis buku, sehingga walaupun saya tidak mengenalnya secara langsung saya pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih. Saya cantumkan harga buku tersebut pada Maret 2000

· Budi Daya Ikan Gurame oleh Heru Susanto, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 9300

· Petunjuk Praktis Budi Daya Ikan Gurami oleh Heri Respati dan Budi Santoso, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 4000

· Membudidayakan Gurami Secara Intensif oleh Harsono Puspowardoyo dan Abbas Siregar, penerbit Kanisius harga sekitar 5600

· Memelihara Ikan Bersama Ayamoleh Kusno, penerbit Penebar Swadaya, seri perikanan XXIII/197/89 harga sekitar 3800

· Usaha Budidaya Ikan GURAMIoleh Taufiq Rusdi, CV Simplex – Jakarta, harga sekitar Rp. 5000

· Makanan Ikanoleh Ahmad Mujiman, penerbit Panebar Swadaya, seri perikanan – XV/83/87, harga sekitar Rp. 15.400

· Budidaya Ikan di Pekaranganoleh Heru Susanto, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 12350

· Memacu Pertumbuhan Guramioleh Zulkifli Jangkaru, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 9250

· Budidaya Ikan Guramioleh Maloedyn Sitanggang, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 6350

sumber:
http://omkicau.com/2008/09/14/belajar-beternak-ikan-gurami-a-z/comment-page-2/#comment-48934

GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :
Loading

Logitech Keyboards
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...