Tampilkan postingan dengan label Basmi Lalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basmi Lalat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Basmi Lalat : Kalau Lalat Sudah Membandel


Anehnya, meski telah menggunakan anti lalat yang dipromosikan efektif dan sederhana, nyatanya ?sang teroris? tak kunjung tuntas diberantas

Wawan, sebut saja begitu, berulangkali harus menjawab dering telepon selulernya. Meski sepertinya antara satu dering dengan dering berikutnya berbeda person, tapi percakapan yang berlangsung dengan orang di seberang terdengar senada. Semua pada intinya mengorder produk antilalat yang diperdagangkan oleh sebuah perusahaan distributor obat hewan ternama di tanah air. Dan sebagai tenaga pemasaran di perusahaan tersebut, Wawan terhitung November ini kebanjiran order obat antilalatnya.

Sementara itu, di tempat berbeda, Surono, seorang peternak layer dengan kapasitas kandang lebih dari 100 ribu mulai gelisah beberapa waktu terakhir. Pasalnya, beberapa kali ia telah mendapat keluhan dari warga soal banyaknya lalat yang sampai di pemukiman. Sebelum populasi ayamnya sebesar saat ini, lalat di kandang masih terkendali, tapi belakangan ia mulai kewalahan mengatasi berjibunnya serangga tersebut. Fenomena ini dirasakannya nyata awal November, saat hujan sudah mulai sering menyambangi areal kandangnya. Dan anehnya, meski ia telah menggunakan antilalat yang dipromosikan efektif dengan aplikasi sederhana, nyatanya ?sang teroris? tak kunjung tuntas diberantas. Seakan jagoan yang sakti mandraguna, lalat-lalat itu kebal terhadap berbagai obat antilalat.
Terkonsentrasi Akibat Migrasi 
Tak dapat terelakkan, iklim menjadi salah satu variabel pemicu tingginya kepadatan lalat di areal budidaya unggas. Baik itu layer maupun broiler. Fakta tersebut diiyakan oleh drh Hananto, Technical Manager Animal Health Business Unit PT Novartis Indonesia. ? Salah satu faktor utama lalat terkonsentrasi tinggi di kandang adalah musim,? tutur Hananto.
Meskipun, menurut Hananto, sebenarnya populasi lalat secara keseluruhan tidak meningkat secara berarti. Yang terjadi, lalat bermigrasi ke areal kandang karena areal di luar kandang basah, sementara di kandang terlindung dan terdapat sumber makanan yang begitu melimpah. Kotoran ayam merupakan sumber makanan lalat dengan nutrisi sangat tinggi, khususnya protein. Dan jika musim penghujan tiba, biasanya lingkungan kandang jadi lembab, yang disukai lalat untuk berkembang biak. 

Alhasil, lalat berbondong-bondong ke kandang ayam. ?Jadi lebih disebabkan faktor migrasi, hingga terkonsentrasi,? tandas pria yang lebih sering di lapangan daripada di kantor ini. Selain itu, kelembaban yang tinggi dan nutrisi yang cukup ini turut mendorong perpendekkan siklus hidup lalat, peralihan larva menjadi pupa dan selanjutnya menjadi lalat dewasa. Fenomena ini pun bisa jadi makin mempertinggi populasi, karena dengan interval waktu pendek lalat sudah cepat menetas.

Kontrol yang Terintegrasi 
Di lapangan, peternak sering kali mengalami frustasi akibat penanganan yang dilakukannya dalam pemberantasan lalat tidak efektif sama sekali. Sehingga tidak sedikit peternak yang tidak percaya akan efektivitas antilalat. Dan akhirnya kembali menggunakan ?cara lama? dengan menaburkan banyak-banyak kapur alias gamping di atas kotoran ayam. Hananto tidak menganjurkan ini dilakukan, karena bisa jadi bumerang bagi kesehatan ayam yang ujungnya berdampak pada produktivitas. ?Meski efektif membasmi lalat, kapur ?terutama bila basah? akan mengeluarkan asap yang dapat mengganggu pernafasan ayam,? jelas dokter hewan lulusan UGM ini.

Mengenai ? membandelnya? lalat dibasmi dengan antilalat, pria yang sudah belasan tahun terjun di bisnis pembasmian lalat ini, menilai cara peternak dalam memahami hama lalat sering masih parsial. ?Kebanyakan peternak beranggapan hanya lalat dewasa saja yang mengganggu, sementara larva tidak terlalu diperhatikan keberadaannya,? terang Hananto. Padahal, lalat dewasa hanya menempati porsi 20% dari total lalat dalam berbagai stadiumnya. Selebihnya, berupa larva 1, 2, 3 dan pupa.
Sehingga, sambung Hananto, penanganan lalat di areal kandang unggas tidak bisa tidak, harus terintegrasi, menyeluruh. Selain itu, dibarengi pengetahuan yang tepat akan teknis aplikasi pemberantasannya. Karena kadangkala, sebagian peternak lain telah paham lalat tidak hanya yang dewasa  tapi juga larva, tetapi dalam aplikasinya kurang tepat, sehingga berkontribusi pula pada ketidakberhasilan pembasmian. Maka sebelum memutuskan penggunaan antilalat apa yang akan dipilih, peternak mesti paham dahulu lalat, siklus hidupnya, cara-cara pengendaliannya, sampai jenis-jenis antilalat yang ada. 

Konsepnya integrated fly control (pengendalian lalat terintegrasi-red)!? tandas Hananto lagi. Maksud dia, penanganan tersebut mencakup aspek kontrol fisik, biologis dan kimiawi (Baca: ?Tiga Kiat Basmi Lalat?). Menurut Hananto, ketiganya harus berjalan secara paralel.
Hal lain yang menjadi titik kritis adalah, ?Penggunaan obat yang harus tepat dosis, jangan terbiasa mengurangi dosis dengan alasan penghematan,? tegas Hananto. Dan ini harus disosialisasikan pada anak kandang. Prinsip yang digunakan jangan asal murah, tapi berpegang pada ?cost effectively? (pembiayaan efektif-red).

Selengkapnya baca Majalah TROBOS edisi Desember 2007

Selasa, 22 November 2011

CARA MENGUSIR LALAT DI RUMAH KITA


Serangga yang satu ini memang sudah terlanjur dicap sebagai serangga pembawa bakteri aliat penyakit, walau perannya sebagai dekomposer/pengurai sampah /kotoran tertutupi dengan perannya sebagai “musuh” bagi manusia. Jika kita merespon secara logika pun bila ada lalat berarti  ada belatung, bila ada belatung pasti ada bangkai atau sampah basah yang menjadi sumber kehidupannya, dst. cmiiw. Seperti juga pada nyamuk, yang perlu kita lakukan adalah memutus siklus kehidupan lalat itu sendiri. Jadi coba dicari sumber datangnya lalat, apakah ada tumpukan sampah kotor, atau bangkai yang tidak ketahuan. Bila ada, segera lakukan pembersihan total, dan mulai manajemen sampah dan kebersihan lain. (ini bisa dipelajari dalam buku Hygienis dan Sanitasi). Sebagai tambahan informasi, Lalat pada dasarnya aktif disaat matahari terang, dan tidur saat matahari tenggelam. Jadi gampangnya, lalat akan aktif bekerja saat terang sinar.

Mengusir lalat, bukan pekerjaan yang gampang atau susah, kini berbagai semprotan anti serangga berbahan kimia, seringkali dipilih sebagai cara mudah dan cepat membunuh/mengusir serangga. Namun, cara jitu ini juga meninggalkan racun buat tubuh manusia. Jika salah dalam penggunaan, kita bisa keracunan. Ada juga alat-alat elektronik instan pengusir lalat yang bisa digunakan pada saat-saaat tertentu.

Maka, selain cara pintas tadi, ada cara yang lebih alami dan aman, pun sama mudahnya. Coba deh beberapa wewangian alami di bawah ini, untuk mengusir lalat di rumah.

Cengkeh
Wangi cengkeh ternyata cukup efektif mengusir lalat. Ada dua cara memanfaatkan wewangian rempah yang satu ini. Pertama, cara yang paling sederhana. Rendam cengkeh secukupnya, pada semangkuk air. Kemudian letakkan rendaman cengkeh tadi pada tempat yang banyak dihinggapi lalat.










Selain daun pandan dan lavender, aroma cengkeh terbukti ampuh mengusir lalat di sekelilingnya.
Untuk mendapatkan wangi yang lebih tajam, padukan wangi cengkeh dengan apel. Caranya, siapkan satu buah apel yang sudah matang. Penuhi seluruh permukaan apel dengan cengkeh, dengan cara menusukkan bunga-bunga cengkeh ke permukaan kulit apel. Letakkan apel yang sudah terutup cengkeh ini di atas meja. Lalat pun enggan mendekat.

Daun Pandan

Wangi pandan, ternyata juga bisa dicoba untuk mengusir lalat.
Caranya cukup mudah. Cukup siapkan beberapa helai daun pandan, kemudian iris halus. Letakkan irisan daun pandan tadi pada sebuah mangkuk atau piring. Terakhir, tempatkan piring atau mangkuk tadi di tempat yang banyak dihinggapi lalat.

Lavender

Lavender merupakan salah satu tanaman, yang wanginya tidak disukai serangga.
Kita bisa menempatkan beberapa tangkai bunga lavender di dalam rumah, untuk mengusir lalat. Selain mengusir lalat, bunga-bunga lavender ini juga mempercantik tampilan ruangan.
Selamat mencoba… semoga rumah atau lingkungan di sekitar terbebas dari lalat-lalat “nakal” :D
tqar|berbagai sumber


GUNAKAN SEARCH ENGINE INI UNTUK MENEMUKAN ARTIKEL ANDA :
Loading
Logitech Keyboards
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...